Perubahan Besar dari Kebiasaan Kecil

Perubahan Besar dari Kebiasaan Kecil

Akses air bersih saja tidak cukup. Perlu terjadi juga perubahan kebiasaan dari anak dan masyarakat agar tujuan utama akses air bersih tercapai yakni, anak dan masyarakat hidup bersih dan sehat.

Satu cara sederhana namun sangat berpengaruh terhadap kebersihan dan kesehatan adalah kebiasaan mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir (CTPS/Cuci Tangan Pakai Sabun). Karena itu, tindak lanjut setelah adanya akses air adalah menyebarkan informasi mengenai pentingnya aktivitas menjaga kebersihan pribadi. Bisa dimulai dengan menyebarkan informasi pentingnya menjaga kebersihan tangan terutama pada anak-anak.

“Sebelumnya, saya dan teman-teman jarang ikut penyuluhan tentang hidup sehat. Biasanya, kegiatan itu hanya untuk orang tua jadi kami anak-anak tidak pernah ikut. Akibatnya, kami kurang tahu cara menjaga diri dari penyakit sehari-hari. Seringkali kami tidak selalu mencuci tangan, mengonsumsi jajanan yang tidak sehat, buang sampah sembarangan, dan ada yang tidak memiliki jamban sehat,” cerita Anjel (14).

Selama ini, masih banyak masyarakat yang abai menjaga kebersihan di momen yang justru sangat perlu. Hal ini akan berdampak pada menurunnya kualitas kesehatan terutama pada anak-anak. Dengan mulai memperhatikan kebersihan tangan, anak-anak akan lebih terlindungi dari infeksi penyakit atau mengalami masalah kesehatan yang serius.

Wahana Visi Indonesia (WVI) yang mendampingi salah satu desa di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur menginisiasi kegiatan penyuluhan dan sosialisasi cara hidup sehat dan rajin mencuci tangan pakai sabun. Yang terlibat bukan hanya orang dewasa melainkan semua kelompok usia, terutama anak-anak.

“Saat ikut kegiatan yang khusus untuk anak-anak, saya senang sekali! Saya belajar kenapa penting mencuci tangan, cara mencuci tangan yang benar, dan kapan harus mencuci tangan. Yang paling seru, saya juga bisa mendemonstrasikan cara cuci tangan pakai sabun dengan alat dan media yang disiapkan oleh kakak fasilitator,” tutur anak perempuan yang menjadi ketua Forum Anak Desa ini.

Selain menjadi pemantik kebiasaan positif baru yang anak-anak bisa terapkan, kegiatan penyuluhan ini juga ternyata membuka ruang partisipasi anak-anak di desa. “Sekarang, saya lebih tahu cara menjaga kebersihan diri dan lingkungan dan bisa mengingatkan teman-teman dan adik-adik untuk mencuci tangan juga. Saya merasa senang karena anak-anak seperti kami akhirnya diperhatikan dan dilibatkan,” pungkas Anjel.

 

 

 

Penulis: Thedeus Mbabho (WASH BP Officer kantor operasional WVI di Ende)

Penyunting: Mariana Kurniawati (Communication Executive)


Artikel Terkait