Akses Air Bersih yang Inklusif di Pulau Timor
Bapak Yolam (47), seorang ayah yang tinggal di salah satu desa dampingan Wahana Visi Indonesia di Kabupaten Timor Tengah Selatan. Sehari-hari Bapak Yolam bekerja di kebun dan membantu tetangga yang membutuhkan jasa traktor lahan sawah untuk ditanami. Bapak Yolam juga membantu tetangga di desa bilamana ada yang membutuhkan jasa untuk mengangkut material.
Di usia yang masih sangat belia, Bapak Yolam mengalami insiden yang membuat beliau keilangan tangan sebelah kanan dari bagian lengan ke bawah. Peristiwa ini sempat membuat Bapak Yolam tidak dapat bekerja dan harus beristirahat hingga pulih. Namun Bapak Yolam tetap mempunyai mimpi untuk dapat belajar dan mengembangkan potensi diri. Hambatan disabilitas tidak memadamkan semangatnya.
Tahun 2022, kantor operasional WVI melakukan Pelatihan Pencetakan Kloset di salah satu desa dampingan. Bapak Yolam turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Dalam pelatihan ini, Bapak Yolam turut mendukung pengurus BUMDes di desa untuk mencetak kloset leher angsa.
Di tahun 2024, daerah tempat tinggal Bapak Yolam mekar dari desa induk. Di daerah ini pun masih banyak warga yang belum menggunakan jamban sehat. Pelatihan yang sama diselenggarakan dengan partisipasi aktif dari Bapak Yolam. "Bagi saya ini adalah kesempatan untuk belajar lagi dan mengembangkan potensi. Bersama teman-teman yang mengikuti pelatihan, kami sudah dapat mencetak 78 kloset untuk dapat dibagikan kepada masyarakat," ujar ayah dari tiga anak ini.
Tidak hanya berpartisipasi dalam pekerjaan pencetakan kloset leher angsa tapi juga dalam pekerjaan fisik lainnya yang ada di masyarakat. Tahun 2025, masyarakat dan WVI berkolaborasi untuk membangun Jaringan Air Bersih (JAB) melalui program WASH Business Process (WASH BP) di desa tempat Bapak Yolam tinggal.
Pekerjaan JAB ini dilakukan dengan kotribusi dari masyarakat. Masyarakat bergotong royong menyumbangkan tenaga dan menyiapkan konsumsi di desa untuk mendukung penyelesaian JAB. Pekerjaan terberat adalah pengecoran reservoir karena butuh banyak tenaga untuk mengangkut material dari bawah ke titik pengecoran reservoir yang terletak di atas gunung. Dalam pekerjaan berat ini pun Bapak Yolam tetap berpartisipasi mengangkut material kerikil dan pasir. Tidak hanya itu, tapi Bapak Yolam pun turut membantu dalam pemasangan sambungan air ke rumah-rumah warga. Hingga saat ini, Bapak Yolam bersama keluarga sudah dapat menikmati air bersih yang langsung diambil di halaman rumah.
"Saya juga mengajak teman-teman untuk aktif berpartisipasi dalam pekerjaan JAB yang ada di desa. Memang saya mengalami banyak kendala saat ikut bekerja tapi bersyukur karena ada teman-teman yang membantu yang tidak bisa saya lakukan, seperti membantu mengangkat pasir untuk ditaruh di bahu saya," tuturnya.
Bapak Yolam merupakan sosok yang tegar dan kuat serta hambatan dapat diubah jadi kesempatan untuk terus mengembangkan potensi diri melalui setiap kesempatan belajar yang ada. "Sebagai seorang ayah, suami, dan kepala keluarga saya juga terus berupaya mencari solusi untuk hambatan saya agar keluarga tetap sejahtera. Saya merasa senang karena walaupun saya disabilitas tapi saya dapat membantu dan melakukan hal yang membawa manfaat bagi masyarakat di desa, terutama memberikan yang terbaik bagi keluarga," pungkas Bapak Yolam.
Penulis : Christi Sirituka (WASH BP Officer kantor operasional WVI di Kabupaten Timor Tengah Selatan)
Penyunting: Mariana Kurniawati (Communication Executive)